Neem Memberikan Solusi Meraih Nilai Ekonomis Tanpa Membabat Hutan
Translate
blank blank blank blank blank
Login Form



  • Benefit of Neem
  • Benefit of Neem
  • Benefit of Neem

STRATEGI PENGEMBANGAN NEEM OLEH PT.INTARAN INDONESIA

Konsep pengembangan yang kami lakukan adalah dengan menerapkan strategi yang kami sebut dengan Strategi Tiga Lingkaran (Triple Circle Strategy).

Triple Circle Strategy (TCS) merupakan lingkaran tiga pokok bagian proyek yang dikembangkan YMACK (Yayasan Membina Api Cinta Kasih) bekerja sama dengan unsur masyarakat dan dunia usaha yang tertarik untuk mengembangkan intaran.

A. Lingkaran Pertama (Preparing)

Lingkaran pertama merupakan strategi untuk pengembangan budidaya intaran dan kegiatan pendukung, meliputi penyiapan-penyiapan berupa:

1. Perencanaan program penanaman intaran

2. Sosialisasi program

3. Pembentukan kelompok-kelompok petani

4. Pendataan lahan

5. Pembibitan

6. Penanaman

7. Kegiatan pendukung lain (program tanaman sela)

8. Pendataan tanaman intaran yang sudah ada

9. Pembentukan petani pengumpul biji intaran

10. Panen dan pengumpulan biji intaran

11. Kerjasama dengan lembaga lain (Pemerintah, GTZ, dll)

12. Pembentukan koperasi

Untuk melaksanakan kegiatan ini YMACK membentuk suatu badan yang diberi nama Nusa Tenggara Neem Propagation (NTNP) dan Bangka Neem Propagation (BNP). Badan ini merupakan gabungan dari Yayasan MACK, kelompok masyarakat/petani dan Yayasan/badan sosial di daerah setempat.

Realisasi program sosialisasi, pembibitan dan penanaman yang sudah dilaksanakan di beberapa wilayah sejak tahun 2000 sampai tahun 2004 adalah:

1. Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kurang lebih sekitar 30.000 pohon Neem sudah ditanam di daerah ini yang menyebar dibeberapa daerah seperti di Bukit Kerandangan, Sekotong, Gili Trawangan, Gondang dll. Pelaksanaannya dilakukan dengan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat setempat, baik kelompok tani maupun koperasi masyarakat.

2. Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengembangan Neem di NTT dilakukan dengan melibatkan LSM setempat yaitu Yayasan Dian Mitra yang sudah melakukan kegiatan penanaman sekitar 70.000 pohon. Daerah tersebut menyebar dalam tiga kabupaten yaitu Ende, Ngada dan Sikka. Didaerah Ende terdapat sebelas desa yang melakukan penanaman Neem, di Ngada sebanyak tujuh desa dan di Kabupaten Sikka sebanyak dua desa. Sampai saat ini perkembangan pertumbuhan cukup baik.

3. Bima, Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB)

Didaerah ini Neem dikembangkan dengan cara yang sama seperti pengembangan Neem di NTT, yaitu dengan melibatkan LSM setempat Yayasan Usaha Tani Mekar. Kegiatan di daerah ini dimulai pada tahun 2001 memulai penanaman di Desa Ambalawi dan Desa Piong. Pada saat sekarang sudah beberapa desa turut mengembangkan tanaman Neem seperti Ndano naE, Lampe, Tolo Tangga dan daerah sepanjang jalan perkotaan kota Bima. Sampai saat sudah sekitar 15.000 pohon Neem ditanam di Bima dan sekitarnya.

4. Karangasem, Bali.

Program pengembangan Neem untuk daerah Bali akan dilaksanakan di Karang Asem dengan bekerja sama dengan LSM di Bali yang akan mengkombinasikan dengan tanaman lain yaitu Tanaman Jati dan Tanaman Jarak. Pelaksanaan program ini akan dilaksanakan pada musim tanam tahun 2005. Sampai saat ini sudah sampai pada pematangan program.

5. Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Melalui kerja sama dengan Pemerintahan Daerah Bangka melaksanakan program penanaman dan penyelamatan lahan kritis yang banyak ditimbulkan akibat penambangan timah di Pulau tersebut. Lebih dari 10.000 pohon Neem sudah ditanam di seputar Pulau Bangka terutama untuk daerah-daerah kritis tersebut. Pohon Neem cukup cepat tumbuh didaerah ini.

Disamping pelaksanaan pengembangan Neem diatas, dilakukan juga kerjasama-kerjasama yang sifatnya kontinyu dengan instansi-instansi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. Seperti Kegiatan Berjuta Pohon bersama Radar Bali, Program Penghijauan bersama Hotel Alam Kulkul, yang setiap tahun tetap dilaksanakan dengan lokasi yang berbeda di seputar Pulau Bali.

Pada tahun 2004 ini PT Intaran Indonesia Ambil bagian dalam kegiatan proyek nasional dalam Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) sebagai penyedia bibit untuk musim tanam 2004/2005. Bibit yang akan dipersiapkan sekitar 200.000 pohon. Kegiatan ini akan terus menerus dilakukan selama lima tahun.

B. Lingkaran Kedua (Processing)

Lingkaran kedua merupakan strategi melakukan kegiatan processing dari hasil panen.

Untuk melaksanakan kegiatan ini YMACK mendirikan PT Intaran Indonesia pada tahun 2000. Kegiatan PT Intaran Indonesia meliputi:

1. Membangun pabrik pemrosesan biji intaran

2. Mempress biji intaran menjadi minyak

3. Penelitian dan pengembangan produk.

4. Membuat pupuk organik

5. Membuat penelitian dan percobaan penggunaan minyak intaran dan pupuk intaran pada berbagai tanaman pertanian

6. Membuat penelitian pengembangan produk dari bahan minyak intaran, seperti sabun, kosmetik, pasta gigi dan produk lainnya

7. Membuat percontohan kebun organik

8. Memasarkan hasil tanaman organik

9. Mempromosikan dan memasarkan hasil proses biji intaran (minyak intaran, pupuk intaran dan produk lainnya).

C. Lingkaran Ketiga (Developing)

Lingkaran Ketiga adalah lingkaran terakhir dari strategi ini yang merupakan strategi untuk mengembangkan dan memasarkan produk yang dihasilkan dari pengolahan intaran. Pada bagian ini, kegiatan sepenuhnya adalah:

1. Mendorong munculnya bisnis-bisnis baru yang berbasis intaran, terutama koperasi- koperasi/kelompok tani

2. Produk diversifikasi

3. Pemasaran produk tersebut.

Pada tahap ini, YMACK selain bertumpu pada PT Intaran Indonesia, juga berharap masuknya dunia bisnis, mempromosikan, mendorong dan memacu individu-individu atau kelompok bisnis dalam industri pengembangan produk berbasis intaran. Strategi tahap awal untuk mempromosikan intaran adalah melakukan kerjasama dengan perusahaan yang sudah berpengalaman di bidangnya. Pada saat yang sama dilakukan penyampaian informasi mengenai manfaat intaran untuk tujuan-tujuan komersial.

Sebagai komitmen terhadap petani di daerah pengembang intaran, YMACK merencanakan pembentukan kelompok bisnis (seperti koperasi), yang permodalan dan manajemen awalnya akan dibantu oleh PT Intaran sehingga mencapai kemandirian. Dengan demikian diharapkan petani tempat pengembangan intaran akan merasakan manfaat dari pohon Intaran ini.

Konsep ini sangat ideal untuk diterapkan agar petani tidak menjadi objek dalam setiap pembangunan yang dilakukan. Dikatakan sangat ideal, karena dalam konsep ini, PT Intaran Indonesia hanyalah sebagai “PILOT PROJECT” dari pengembangan intaran secara keseluruhan, bukan sebagai penguasa dari industri Intaran. PT Intaran sengaja disetting dengan teknologi sangat sederhana, sehingga pada gilirannya nanti, masyarakat petani yang sudah dikelompokkan tersebut, dengan mudah mengaplikasikannya. Selanjutnya kelompok masyarakat tadi diarahkan untuk membentuk suatu unit bisnis yang memiliki kemampuan untuk memproses dan mengembangkan produk berbasis tanaman intaran. Dengan demikian, unit bisnis ini dapat mengatur dirinya sendiri mulai dari pengadaan bahan, pemrosesan sampai kepada pemasaran produknya. Yayasan MACK tidak menginginkan industri intaran ini menjadi milik pengusaha besar seperti kelapa sawit misalnya, sehingga tidak banyak manfaat yang diterima oleh petani. Konsep ini benar-benar diarahkan untuk memberdayakan petani yang bisa mengatur usahanya sendiri.

 

 
Neem Product
  • Banner
  • Banner
  • Banner