Pengembangan Neem
Untuk mengantisipasi permintaan yang semakin besar dengan melihat potensi Neem, PT. Intaran Indonesia mengembangkan dan mengamankan lahan-lahan Neem di daerah Lombok dan Flores untuk diperluas ke Sumba, Timor dan Sumbawa. Kecocokan iklim kering dan daerah yang kritis yang merupakan kondisi ideal untuk penanaman pohon Neem.
Berdasarkan Penelitian PT.Intaran Indonesia dan Lembaga Lembaga Lain, Neem sangat efektif sebagai bahan Pestisida Organik yang bermanfaat bagi Perkembangan Pertanian Indonesia Menuju Pertanian Sehat yang ramah lingkungan.
PESTISIDA ORGANIK DARI TANAMAN INTARAN (NIMBA)
Azadirachta indica adalah spesies yang mendapat perhatian serius dari kelompok famili Meliaceae. Nama genus, Azadirachta adalah berasal dari nama Persia, untuk spesies ini yaitu Azaddarachtehindi. Nama botani dari Melia Azadirachta A. Juss ditetapkan oleh botani Perancis yaitu Adrien Henri Laurent A. Jussieu, yang kemudian dinamakan sebagai Azadirachta indica A. Juss.
Tanaman Intaran melindungi bagian tumbuhnya sendiri dari jenis serangga yang beragam dengan kandungan bahan pestisida. Terdiri dari sebagian besar susunan kimia yang tersusun dari 3 atau 4 komponen yang terhubung, dan didukung lebih dari 20 komponen lain. Pada dasarnya komponen utama ini termasuk klasifikasi umum dari produk alami yang disebut “triterpenes” atau yang lebih spesifik “limonoids”.
Limonoids
Sejauh ini, sembilan limonoids dari intaran telah diuji kegunaannya untuk mencegah atau menghalangi pertumbuhan serangga yang berpengaruh terhadap fase pertumbuhan serangga. Limonoids ini mengandung beberapa zat yang paling mematikan untuk serangga dan juga bagi kesehatan manusia. Zat limonoids ini terdapat pada tanaman Intaran dengan zat azadirachtin, salannin, meliantriol dan nimbin yang paling signifikan.
Zat Aktif Dari Limonoids
Azadirachtin. Kandungan aktif pertama yang terisolasi di dalam tanaman Intaran yaitu azadirachtin telah terbukti merupakan agen utama dalam pertahanan terhadap serangga. Pengaruh zat ini menunjukkan effek sebesar 90 % dari jenis serangga umumnya. Zat ini tidak membunuh langsung atau tidak segera membunuh akan tetapi menghalangi bahkan mengganggu pertumbuhan dan reproduksi dari serangga tersebut. Zat ini berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan dan pencegah nafsu makan pada serangga.
Meliantriol. Merupakan zat lain sebagai penghambat makan, yang berpengaruh besar dengan konsentrasi rendah.
Salannin. Penelitian menunjukkan bahwa komponen ini juga berpengaruh sebagai penghambat makan tetapi tidak mempengaruhi pergantian kulit serangga.
Nimbin dan Nimbidin. Dua buah komponen lain dari tanaman Intaran telah diketahui aktivitasnya sebagai anti virus. Nimbidin merupakan komponen utama yang didapat dalam jumlah yang cukup banyak , sekitar 2 % dari kernel.
Pengolahan Tanaman Intaran Menjadi Pestisida Alami
Kandungan tertinggi dari zat limonoids (zat aktif untuk serangga) terdapat kandungan tertinggi pada biji tanaman Intaran. Biji Intaran menghasilkan minyak yang nantinya dipergunakan sebagai pestisida alami. Proses pengolahan biji Intaran untuk menghasilkan minyak dapat diperoleh melalui pengepressan dengan kadar kering biji yang dikehendaki antara 7 – 14 % kadar air.
Kandungan Minyak
Azadirachtin.
Hasil Analisa Kandungan Azadirachtin
|
Sampel |
Asal Sampel |
Kandungan azadirachtin (%) |
|
Minyak mimba |
PT. Intaran Indonesia |
0,6268
|
Analisa oleh: Ir. Agus Kardinan. M.Sc. APU (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat)
Unsur Hara Makro dan Mikro

Ud*) = undetected
Lab. Analisis SMAKBO (Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor)













