|
Neem disahkan sebagai obat
tradisional bagi berbagai penyakit dan perawatan kulit. Para peneliti di India bagian tengah
telah menemukan lebih dari 60 fungsi kesehatan dari Neem. Orang-orang India mengetahui pohon Neem sebagai bahan farmasi yang sesungguhnya.
Sampai tahun 1920 penelitian Neem
belum secara resmi diteliti dan setelah tahun tersebut baru dimulai. Telah juga dicatat selama
periode wabah belalang dimana daun-daun tanaman diserang sementara daun neem dibiarkan mereka
dan tanpa cacat. Secara sederhana dibuat ramuan dari biji neem yang efektif melindungi
daun-daun tanaman. Selanjutnya, beberapa campuran diisolasi dari biji neem. Salah satunya
adalah Azadirachtin yang telah ditemukan baik untuk menolak maupun mengganggu pertumbuhan dan
reproduksi banyak jenis serangga perusak. Tidak seperti pestisida kimia kebanyakan, dosis
rendah dari azadirachtin juga ditemukan sedikit atau tidak beracun pada mamalia dan
serangga memperlihatkan resistensi atas campuran bahkan sampai beberapa generasi. Serangga
yang dapat dikontrol dengan ekstrak neem mengesankan dan termasuk di dalamnya, larva, ulat,
ulat pemakan daun, lebah penyengat, nyamuk, lalat, kumbang dan banyak lagi.
Ampas yang dihasilkan dari proses
neem disebut dengan 'cake' (bungkil). Lahan pertanian yang diberi mulsa Neem Cake ditemukan
lebih sedikit diserang nematode, siput, dan sejumlah jamur. Tes lanjutan memperlihatkan Neem
Oil sangat efektif untuk penyakit tanaman seperti klorosis dan kelayuan. Neem cake juga
ditemukan sebagai pupuk yang sangat baik.
|